Kamis, 01 September 2016

Awal



Aku dilahirkan dari seorang Ibu berdarah Melayu dan Ayahku Jawa asli pantura. Sedangkan aku dilahirkan di utara Indonesia di sebuah Ibukota . Semuanya memiliki dampak terhadap perkembangan diri pribadi. Ini Medan Bung...! . Menjadi ciri watakku keras dan penuh curiga, selalu waspada mungkin itu yang diturunkan darah ayahku pada diriku.

Aku besar di Jawa dikota  yang penuh reksiko dan perjuangan , Tampa ampun aku dimasukkan kedalam kawah Jakarta. Pada waktu itu masih tidak terlalu banyak penduduknya seperti ketika aku membuat tulisan ini.  Sekolahku tak jauh dari tempat tinggalku di Kebayoran Baru,  waktu tempuh sepuluh menit , jika jalanmu stabil dan tidak pakai berhenti di jalan. 

Usiaku sudah tujuh tahun ketika aku memasuki kelas satu sekolah dasar , aku tertua dan badaku paling besar dan tinggi dibanding teman sekelasku. Hingga usiaku saat ini kami masih sering bertemu untuk ngobrol bersama dengan teman - teman. Aneh, teman Sekolah Menengahku  tidak pernah aku jumpa baik di kantor, jalan atau tempat umum lainnya. Teman Sekolah Dasarku itu bisa kutemui dimana  saja di bandara atau di terminal bis. atau diluar kota ketika kami sedang bertugas. 

Pengalamanku di Sekolah Dasar tak banyak yang dapat banyak kuceritakan kecuali aku berkelahi dengan teman sekelasku bernama Kasiman dan  yang kulakukan ketika berkelahi dengannya kupingnya kugigit. Sejak itu teman - temanku yang lain takut berkelahi denganku. Yang lain layaknya murid yang sedang berangkat ke masa  remaja aku jatuh seneng dengan guruku Ibu Is. Sering  menghayal, jika aku  jika bersama dia. Pernah juga hanya numpang lewat didepan rumah beliau, hanya untuk melhat wajahnya yang cantik. Memang dia cantik . Waktu itu aku sudah kelas enam . Ketika aku selesaikan sekolah dasarku, aku melupakannya.

Jika melihat riwayat angka angka  rapor tidak membaggakan keluargaku, bayangkan jika berhitung saja aku harus puas dengan angka lima, untung aku masih bisa lulus . Dan terlebih parah lagi ketika aku di Menengah Pertama,tidak lulus. Ujian Negara tidak lulus. Guruku semua bingung